human - blog

Wednesday, July 27, 2005

• The new neighbors of Marie Antoinette have arrived [ Cerita Pindahan - Bagian II]

selasa, 5 july 2005

saya terbangun oleh suara kicauan burung di luar sana. waw... this is truly a country side. jam tangan masih menunjukkan pukul 7 pagi, tapi mata ini susah terpejam lagi karena... perut saya keroncongan.

laurent masih terlelap di samping saya. ia tampak kelelahan. saya beranjak dari tempat tidur, membuka pintu kaca yang menghubungkan kamar dengan balkon, dan berdiri di pinggir pembatas sambil memperhatikan beberapa orang yang lalu lalang di chevry marche. sekelebat, sebuah aroma lezat melintas membelai ujung hidung. bau roti yang sedang dipanggang! pasti ada boulangerie di dekat hotel. ahh... setelah didera kelelahan mental dan kelaparan usus yang sangat amat hari kemarin, tak sabar rasanya untuk mengisi perut dengan sarapan kopi susu dan hmm... mungkin french croissant fresh from the oven, anyone? bergegas saya kembali ke dalam, menuju kamar mandi untuk bersiap-siap. hari ini, kami harus ke agent untuk mencari apartemen. sekilas, saya melihat laurent sedang mengerjap-ngerjapkan mata di tempat tidur... "bonjour... cheri...!"

agent apartemen kami terletak di gedung yang sama dengan hotel tempat menginap. setelah mandi dan sarapan besaaarr dengan menu 2 buah pain au chocolat, selusin ham dan semangkuk kopi susu di boulangerie, kami langsung kesana. berharap untuk mendapatkan apartemen furnished [lengkap dengan perabot], yang lokasinya dekat dengan kantor laurent. sayang... ternyata mencari apartemen one bedroom furnished di sekitar gif sur yvette adalah sebuah hil yang mustahal. selengkap-lengkapnya apartemen berperabot yang ditawarkan agent, paling mentok ya cuma dilengkapi dengan kompor, oven dan lemari es. sisanya... silahkan sediakan sendiri.

seandainya kami berdua akan menetap di france, tentu tidak ada yang berkeberatan untuk melengkapi apartemen dengan furniture yang harus kami beli sendiri. masalahnya, kami belum tentu akan menetap di france. selesai kontrak awal tahun depan, tawaran pekerjaan untuk laurent sudah menanti di beberapa negara lain, seperti polandia, belanda dan inggris. bukan di france. dan kami berdua sudah sepakat.. seandainya harus pindah lagi, kami cuma mau ngangkut 'anak gajah thailand' saja, tanpa kandangnya.

"the only way to find furnished apartment is from the lists provided by internet. they are listed directly by owners, not agents." kata laurent begitu kami keluar dari kantor agent.
"jadi gimana?"
laurent tak menjawab pertanyaan saya, tapi ia mengeluarkan palm pc nya untuk mengecek beberapa informasi yang sempat didownload dari apartemen rental website beberapa hari sebelum berangkat dari glasgow... "let's call these numbers!"

dari 5-6 nomor telephone yang kami miliki, cuma 2 yang available dan bisa dikunjungi. sisanya... either sudah disewakan atau mailbox yang menjawab.
"we come at the wrong time." kata laurent
"wrong time? maksudnya?"
"july dan agustus adalah masa libur di france. everybody is on vacation. dan chance kita untuk ketemu pemilik apartemen yang available... kecil."
"well... at least kita nemu 2 kan?"
"yup... tapi ini sebenernya agak aneh. karena list yang saya dapat adalah list lama. bukan yang terbaru."
"maksudnya aneh?"
"... yah... pokonya kita liat aja dulu 2 apartemen ini, and just see what they have."

dua apartemen yang kami temukan terletak berjauhan, tapi tetap dekat dengan lokasi kantor laurent di daerah bernama saclay. apartemen yang pertama terletak di lantai 2 sebuah rumah yang berjarak kurang lebih 15 menit jalan kaki dari stasiun kereta. saya tak terlalu bermasalah dengan faktor 15 menit jalan kaki tsb. yang mengganjal adalah bentuk ruangan yang tak terlalu besar tsb dinaungi atap segitiga yang menyentuh sampai lantai. mengingatkan saya pada bentuk kemasan coklat toblerone raksasa!

dulu waktu masih di new york saya pernah tinggal selama setahun di apartemen semacam itu di queens. saya menyebutnya 'rumah burung,' dan sejujurnya, unless you are michael jackson yang bisa berdiri dengan kemiringan 45 derajat, agak depresi memang tinggal di rumah segitiga kaya begitu, karena practically you only can stand in the middle of the house. minggir sedikit... selamat kejedut.

apartemen ke-dua yang kami kunjungi, berjarak 20 menit jalan kaki dari stasiun kereta yang lain. saya sudah ilfil duluan melihat lokasinya yang lebih sepi dari gif sur yvette. tapiiii... begitu pintu apartemen terbuka, saya langsung terkesima... it was nice! new apartment... freshly painted & furnished, duplex 2 lantai dengan ukuran yang cukup.
"saya mau tinggal disini!" kata saya dengan mantap.
"mmm... ok..." kata sang landlord, "tapi ada 1 problem..."
"apa tuh?"
"this apartment is actually already taken. kontraknya sudah ditandatangani seminggu yang lalu."
"lah, terus kenapa juga dikasih liat ke kita!" kata saya agak kesal.
"masalahnya, 2 hari setelah teken kontrak, orangnya kecelakaan dan masuk rumah sakit. sampai tadi pagi saya telephone kata keluarganya dia belum sadar dari koma."

dear lord...

"jadi..? what's the deal?" tanya laurent pada bapak landlord.
"i'll let you know by next week. kalau keadaanya tidak ada kemajuan.. berarti saya akan telephone kalian. "
"merci!" ujar saya singkat sambil menarik tangan laurent keluar.
on the back of my mind, rasanya sudah tak semangat lagi untuk bisa tinggal disitu. masa saya harus mengharap supaya orang yang teken kontrak itu gak pernah bangun dari koma supaya bisa tinggal di apartemennya. iya kalo akhirnya dia siuman lagi. kalo gak? hiiiiiiiii....

hari belum sore, but we didn't have anywhere else to go. kunjungan ke dua apartemen dalam sehari menurut saya adalah sama sekali tidak produktif. kami cuma punya waktu seminggu sebelum harus cabut lagi dari hotel. but we didn't have any more options and info on that day.
"we must find an internet cafe to find the new list of available apartements." kata laurent sambil menekan tuts-tuts handphonenya.
"telephone siapa?" tanya saya.
"sammy."

sammy adalah sahabat baik laurent dari kampusnya dulu. he was one of the far away guests who came to our wedding in jakarta. seorang dosen yang mengajar di sebuah universitas di paris. dia sedang duduk di depan komputer ketika dihubungi laurent... and of course got access to the internet.

"i think, you should broaden your area of search." sarannya melalui telephone ketika ia tak menemukan satupun apartemen one bedroom yang available di daerah yang kami inginkan dekat saclay.
"so, where do you suggest?" tanya laurent
"more north, like around versailles."


rabu, 6 july 2005

versailles [bacanya: versai] adalah sebuah kota kecil / suburb di sebelah barat paris. it takes about 20 minutes by train from paris center. yang terkenal dari kota ini adalah... of course the famous chateau of versailles. sebuah istana megah dengan kebun yang tak kalah indah tempat tinggal Louis XVI dan permaisurinya Marie Antoinette yang hobi membedaki rambut sasaknya dengan tepung sementara rakyat perancis kelaparan. in case you fell asleep during your history class, Marie Antoinette dihukum mati dengan dipancung pisau Guillotine oleh rakyat perancis, beberapa tahun setelah kejatuhan monarchy perancis yang diperingati secara besar-besaran setiap tanggal 14 july oleh suami saya dan konco-konconya sebagai Bastille Day.

kami tiba di versailles berbekal daftar apartemen yang available dari sammy juga dari ayu. the city is Nice... with the capital 'N.' gedung-gedungnya indah, tertata rapi, asri, banyak pohon dan banyak turis. suasananya seperti paris dalam ukuran mini. sangat jauh dibanding gif sur yvette yang in the middle of nowhere.

dua apartemen yang dikunjungi terletak di daerah yang sama, di sekitar pasar kuno versailles yang luas dan besar. jaraknya cuma 5 menit jalan kaki dari chateau. ketika melewati, ditengah-tengah pasar yang bentuknya seperti alun-alun tsb sedang ada panggung gembira dengan musik latin techno menghentak, dan lapangan beach volley ball lengkap dengan pasirnya. hari itu ada promosi...'Brasil!" dan udara yang agak dingin untuk summer jadi terasa panas ketika melihat keriaan para personel promosi Brasil itu bermain volley pantai dengan celana pendek atau joget-joget goyang pinggul dengan rok super mini tipis berwarna putih.

"waww... this is hot!" kata saya terkesima, "so lively.. and HOT! saya mau tinggal disini."
"disini dimana? versailles? atau Brasil?" kata laurent yang tidak berkedip melihat para penari rok super mini.
"awas ngiler!" sikut saya.
"aduh.. maap... hihihi... can't help it." katanya lagi sambil terkekeh.. "well.. kita liat aja dulu apartemennya. mudah-mudahan ok!"
".. dan mudah-mudahan para penari ini juga gak tiap hari nangkring disini." saya menarik tangan laurent menjauh dari keramaian.

apartemen pertama yang kami lihat terletak di Boulevard de la Reine. sebuah jalan besar yang pinggir kanan-kirinya ditumbuhi pohon cemara dan dihiasi bangku panjang antik. apartemennya sendiri terletak di lantai 3 sebuah gedung kuno. besar dan bagus! tapi... perabotannya cuma kompor dan lemari es.

apartemen kedua yang kami kunjungi terletak di Rue de la Paroisse. jalannya tidak se-asri yang pertama, tapi lebih banyak toko dan restoran. mengingatkan saya pada jalan-jalan di daerah upper east side, manhattan. apartemen yang ditawarkan juga terletak di lantai 3, diatas sebuah brasserie. ukurannya lebih kecil dari yang pertama, atapnya rendah, khas bangunan perancis dari abad 19. lantainya kayu, langit-langitnya berukir dan di kamar tidurnya ada perapian marmer yang sudah tidak berfungsi.

saya langsung jatuh cinta! everything about this apartment is just perfect. dan yang membuat saya tambah kesengsem lagi adalah... seluruh perabotannya baru dibeli dari IKEA! hahaaa... ini namanya jodoh. you know how crazy i am about IKEA. bahkan sampai model dan warna yang dipilih landlordnya pun benar-benar sesuai selera. kayu berwarna muda dengan bantal, sofa, curtain, dan seprei berwarna MERAH! oohh... persis seperti apartemen saya di 89th street dulu di manhattan.

"kita harus ambil apartemen ini!" kata saya pada laurent dengan semangat '45.
ibu landlordnya yang ternyata adalah guru bahasa inggris langsung tersenyum, "ah.. i understand. tapi hari ini ada 2 calon penyewa lain yang akan datang setelah kunjungan kalian. tadi juga ada orang yang sudah siap langsung mau tanda tangan kontrak. but, i can't give this apartment to anyone right now. i have to discuss it with my son. he's actually the owner of this apartment. saya cuma membantu dia aja memilih calon penyewa yang sesuai."

geezz... jadi ternyata nemu apartemen yang available dan sesuai selera juga belum tentu bisa langsung disewa? hhhhh.... menyebalkan!

"if you get this apartment, my son will call you first thing in the morning tomorrow, ok?! " kata ibu landlord lagi sambil tersenyum.

hari itu setelah jalan-jalan seharian di versailles dan singgah di internet cafe terdekat ,kami kembali naik kereta ke gif sur yvette dengan sedikit lega. sedikit... karena belum tentu kita yang dapet apartemennya. saya cuma bisa berdoa. mudah-mudahan dapet.. dan ah, kalo beneran jodoh, saya tau banget akan melengkapi rumah dengan pernak-pernik keluaran IKEA yang mana aja... hihi..

sedang asyik-asyiknya ngelamunin apartemen di perjalanan kereta, tiba-tiba laurent berdiri dan menarik tangan saya.. "sayang, kita harus keluar dari kereta sekarang!"
"hah? kenapa? gif sur yvette kan masih satu stop lagi."
"tapi kita harus keluar sekarang.. yak sekarang! jangan tanya lagi.." ujarnya sambil berbisik agak panik saat pintu kereta terbuka di stasiun la hacquiniere.

saya dan laurent langsung melompat keluar.
"ada apa sih?" tanya saya terheran-heran.
"ada controller!"
"controller? controller naooonnn??" saya makin bingung.
"kamu lupa ya? hari ini kan kita gak beli tiket kereta."
"ah, sooo?? kaya ngefek aja. kemaren kita beli tiket tapi gak ada yang meriksa juga."
"i know! tapi tadi ada controller alias petugas pemeriksa karcis di gerbong kita. kalo ketauan gak punya tiket.. wakk.. dendanya banyak!"

ahakahakahkk... saya cuma bisa ketawa dengan insiden kecil barusan. tapi ketawa saya langsung hilang ketika menyadari waktu sudah menunjukkan pukul 20.25. sementara bus terakhir dari gif sur yvette ke chevry marche berangkat 5 menit lagi. anjrit! seandainya kereta berikutnya tiba semenit kemudian, tetep aja ketinggalan bus dan harus jalan kaki 2 km mendaki bukit sampe hotel. bah! menyebalkan!


kamis, 7 july 2005

Tuhan yang maha pengasih dan penyayang tidak akan membiarkan pengorbanan sepasang manusia yang harus mendaki bukit malam-malam sepanjang 2 km sia-sia. hari ini kami terbangun oleh dering handphone ketika waktu sudah menunjukkan jam makan siang. it was from the owner of the IKEA apartment. and guess what.....

WE GOT THE APARTMENT!!!

haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... tralala... trilili.... torerojing... torejing... torejing... hatiku gembiraaaaaa... mari menari samba... tralala.. trililiiiii....

"sayang! jangan joget dulu!" kata laurent menghentikan pertunjukan tarian suka cita dari istrinya yang masih pake pijama di atas tempat tidur.
"kenapaaaaaaa?? setelah cobaan batin yang datang bertubi-tubi sejak 3 hari yang lalu, setidaknya yang ini harus kita rayakan dong, bang..."
"i know. tapi kita harus dapet beberapa surat dan dokumen dulu in order to secure the contract." katanya serius.
"surat apaan?"
"surat dari bank, surat pernyataan gaji dari kantor saya yang baru, surat guarantor dari bapak ibu saya, keterangan gaji bapak ibu saya, ID card saya juga bapak-ibu saya, surat..."
"aaaahhh.... payah! ribet amat seh! jadi saya belum boleh joget dulu?"
"belom!"
"kapan dong jogetnya?"
"selasa depan. kalo suratnya lengkap semua, kita teken kontrak."

YIPPPPPEEEEEEEEEEEEEEE!!!! saya meneruskan tarian samba...


jumat, 8 july 2005

pagi ini kami bertemu dengan agency tenaga kerja yang ditunjuk kantor laurent untuk mengurus segala surat dan dokumen yang dibutuhkan sebelum suami saya bisa tanda tangan kontrak kerja dan mulai bekerja di kantor yang baru. pagi ini jadi penting, karena surat kontrak kerja yang disertai jumlah gaji yang diterima itulah yang jadi salah satu syarat untuk mendapatkan apartemen.

one thing that i learn today... french bureaucracy dan paperwork itu is.. BLOODY MERDE!!! apalagi CEA atau French Atomic Energy Commission, tempat kerja laurent yang baru, bisa dikatakan sebagai sebuah organisasi nasional french yang sangat-sangat french dengan birokrasinya yang menganut faham 'situ pusing dulu, sini baru senang!'

tadinya saya pikir laurent bisa langsung datang, tanda tangan, dan beres. ternyataaaaa... suami saya diminta untuk menyediakan:

1. diploma master degree
2. diploma doctorate degree
3. seluruh slip gaji perbulan waktu kerja di glasgow selama 16 bulan
4. seluruh slip gaji perbulan waktu kerja di new york selama 33 bulan
5. seluruh slip gaji perbulan waktu kerja di tennesse selama 12 bulan
6. French National ID Card
7. surat keterangan sehat lahir batin dari dokter yang ditunjuk perusahaan.

saya ternganga melihat daftarnya. ok, untuk point ke- 2, 6, dan 7 rasanya tidak terlalu mengkhawatirkan secara saya yakin suami saya adalah warga negara perancis tulen yang menyandang gelar PhD dan tidak gila maupun mengidap penyakit menular.

tapi... seluruh slip gaji perbulan dari glasgow, new york dan tennesee??? itu berarti kan adalah seluruh slip gaji perbulan sepanjang kariernya. ditambah diploma master degree??? why on earth do you need a master's degree diploma when you already have been working for years as a PhD??? this is nonsense dan sama sekali tidak masuk akal!!!

"welcome to france, sayang..." kata laurent sambil nyengir... "now, i remember why i left this country many years ago for work."

saya langsung lemas... mas... mas... mengingat seluruh folder dokumen penting kami berada di salah satu box yang dikirim lewat cargo ke rumah mertua di selatan perancis sana. dan yang lebih membuat saya pengen pingsan lagi adalah mertua kami sedang berlibur selama dua minggu saja!! oh my melody, hello kitty dan little twin star... selamat tinggal saya ucapkan pada apartemen IKEA... hiks... :(


------------------------------------------

ok, honestly... kisah pindahan yang sempat saya tulis di laptop berhenti sampai disini. mungkin waktu itu tidak saya teruskan karena saya sudah mulai merasa sinting prikinting sendiri dengan keadaan. it was just too much to handle. seandainya diteruskan mungkin bisa kepanjangan untuk ditaro di blog dan malah bisa nerbitin novel sendiri.

just a quick update...

1. kami berdua tidak berhasil mengumpulkan seluruh slip gaji dan terutama diploma master degree laurent sebelum hari selasa, berhubung mertua saya masih sibuk membangun istana pasir di tepi pantai perancis selatan sana. tapi laurent dapet surat keterangan dari CEA yang menyatakan bahwa ia akan bekerja untuk mereka meskipun jumlah gaji tidak dicantumkan [katanya it against the law untuk menyebut jumlah gaji sebelum kontrak ditandatangani, begitcu!]. untungnya si pemilik apartemen yang baik hati bersedia menerima surat keterangan tsb. kita akhirnya teken kontrak hari rabu dan pindah dari hotel ke apartemen hari kamisnya! YAY!

2. hari jumatnya tepat saat Bastille Day, saya dan laurent pergi berlibur 3 hari ke tempat tinggal pamannya di selatan perancis. tepatnya di toulon, daerah pantai yang menghadap laut mediterania sekitar 1 jam dari kota marseilles. disana gak ngapa-ngapain selain makan.. makan... makan.. dan berjemur di pinggir kolam renang. iya, saya jadi menggendut dan menghitam [ <-- kombinasi yang sangat tidak menguntungkan kalo mo jadi model di indonesya!]. tapi kita balik ke versailles naik kereta super cepat kebanggaan bangsa perancis... da one and only TGV! Yipeee!!

3. diploma master degree laurent yang cuma berwujud selembar kertas pemberitahuan bahwa nama yang tercantum cukup layak untuk bisa meneruskan program PhD, tenyata tidak ketemu di folder dokumen yang dikirim ke rumah mertua. untungnya setelah mencoba menelepon berkali-kali ke universitas laurent untuk minta dikirimi copy diploma yang baru, hari ini ada juga yang menjawab telepon. at this moment, we are waiting to receive it from them. hopefully my husband can start working by this week.


soo.... 'til the next story...
salam manis dari pasangan pengangguran! bhawawahaha... ;P


loucee said it on 12:16 AM | |




Thursday, July 21, 2005

• The Demon doesn't want us to leave glasgow [Cerita Pindahan - Bagian I]

berikut adalah kisah petualangan perjalanan pindahan dari glasgow ke gif sur yvette, sebuah kota kecil di selatan paris, yang sempat tersimpan di komputer sejak 2 minggu yang lalu. kisahnya sendiri sebenernya panjang banget, dan saya sempat kehabisan akal untuk menyingkatnya. in the end, saya putuskan untuk menulisnya kembali berdasarkan jam kejadian, dan membaginya dalam dua entry.

maaf.. kalo ternyata masih kepanjangan, tapi sungguh... buat saya kisahnya terlalu alamakjan.. untuk dibuang... ;)


**********

senin, 4 july 2005 - the "D" day!!

jadwal hari ini tertulis:
09.00: bangun, cleaning the apartment, siap-siap
12.00: cabut dari apartemen, naik taxi ke central station
12.30: cabut naik kereta dari central station ke glasgow airport
15.30: fasten your seat belt and take off
18.00: bienvenue en france!

... ternyata tidak sesimple 'keajaiban' yang bertubi-tubi terjadi kemudian...


11.30
semua kopor dan tas sudah siap. saya dan laurent nurunin sampah ke luar. balik lagi ke atas, masukin kunci ke lubang kunci, diputar, didorong, dikutak-katik... pintu tak terbuka. turned out, sebelum keluar saya nge-klik cantelan yang seharusnya akan mengganjal pintu untuk tidak terkunci, tapi sama laurent pintunya ditarik dengan paksa, and the result is.. pintunya kekunci. lebih parah lagi.. gak bisa dibuka dengan kunci dari luar sama sekali. it's just stuck! we can't get inside our apartment. oh my dragon... saya bisa merasakan jantung ini berhenti berdetak...

11.40
"this is not happening to us!" kata laurent sambil berusaha menjebol pintu dengan mendorong-dorong pake lengan seperti FBI mo mendobrak pintu rumah bandar narkoba.
"aduh, jangan dijebol. nanti kalo pintunya rusak, deposit kita gak balik." ujar saya hampir nangis.
kita berdua cuma bisa saling bertatapan, tidak mesra, lebih ke panik dan jentik-jentik keringat dingin mulai terasa di ubun-ubun saya.
"let's go out! mungkin kita bisa masuk lewat jendela kamar yang terbuka" ajak saya sambil menarik tangan laurent turun tangga.

11.45
kami sampai di luar. apartemen terletak di lantai 3, dan ketika mendongak ke atas, melihat ke arah jendela kamar... geez... it's high. kebetulan ada mrs. robb, tetangga yang tinggal di lantai 1 yang sedang asyik berkebun.
"do you have a ladder, mr. robb? apartemen kita kekunci." tanya saya memelas pada mrs. robb.
"a ladder? are you planning to get inside your apartment from your window up there?" tanya mrs. robb
"i guess..." kata saya sambil nelangsa memandang jendela nun jauh di atas sana.
"oh, dear... i really don't recommend you to do that. it's too dangerous. terlalu tinggi, tukang bersihin kaca jendela aja gak pernah bersihin sampe lantai 3. kalian mungkin perlu tangga pemadam kebakaran."
"we know... tapi kita harus cabut 30 menit.. eh 15 menit lagi dari sini ke airport. this is urgent." akal keras kepala saya duluan menjawab tanpa bisa dicegah laurent yang masih terpaku melihat jendela.
"well... let me tell you something... 2 taun yang lalu, tetangga gedung sebelah yang juga tinggal di lantai 3 pernah kekunci seperti kalian."
"yeah, so? what did she do?"
"she tried to get inside her apartment from the window."
"nah, kan... trus pake tangga apaan?" tanya saya tak sabar.
"she never got inside her apartment. she fell and died..."

11.46
"call locksmith?" kata laurent memecah kesunyian.
saya mengangguk lemas sambil dalam hati terpikir.. kalau saja salah satu dari kami berdua adalah atlit akrobat china, yang bisa manjat-manjat dengan terampil kaya di film ocean's 11 or 12. *damned!*
"mrs. robb, boleh gak kita pinjem telephone?" tanya laurent
"sounds a better idea, dear." kata mrs. robb sambil bergegas masuk ke dalam apartemennya diikuti kami berdua.

12.45
seorang bapak-bapak gemuk berpakaian bak pemain golf tapi mengaku locksmith guy datang. terus terang potongannya kurang meyakinkan. terengah-engah naik tangga ke lantai 3, he didn't bring anything at all. sampai di depan pintu, dia mengeluarkan sepotong karton ukuran 15 x 15 cm. diselipkan di celah pintu persis di pinggir kunci, digesek... gesek... gesek... pintu tidak terbuka.
"i'll be back!" katanya setelah terpaku sekian detik di depan pintu.
bulir-bulir keringat saya sudah menjelma menjadi air terjun di pelipis sekarang...

12.50
"i think we'll gonna miss our flight." kata laurent lesu.
"jangan gitu doongg!! think positive! pasti bisa. hari ini pokonya kita harus berangkat!"
"bagus kita pake ryan air yang harga tiketnya murah."
"gak... gak bisa! kita HARUS berangkat hari ini. tiket kita gak akan hangus. pokonya BERANGKAT!!!" kata saya lagi setengah teriak.
"sehari lagi di glasgow... kayanya deh..." kata laurent lagi, kali ini mulai tercium nada bercanda.
"TIDAAAKKK!! TIDAAAAAAAAKKKKKK!!!! hari ini pokonya BERANGKAAAAAATTT!" kata saya beneran panik dan sama sekali tidak bercanda.

12.55
bapak locksmith datang lagi sambil membawa kopor aluminium. dia masih terengah-engah. tapi sekarang perlengkapannya lebih meyakinkan. kopor dibuka, dia menyambung batangan-batangan besi yang terlihat dilengkapi dengan kaca kecil di salah satu sisinya. batangan dimasukkan melalui celah kotak pos yang lebarnya cuma 5 cm.

kami menunggu... menahan napas...

13.15
"i need some more time." kata bapak locksmith sambil mengusap keringatnya.
"please be hurry..." kata saya hampir kehabisan napas, "kita harus berangkat ke perancis hari ini. pesawatnya jam 3.30"
"i'll do my best.."

kali ini mulut saya juga mulai komat-kamit, membaca segala macam doa dan jampi-jampi supaya keajaiban datang, petir menyambar dan....

13.30
pintu apartemen TERBUKA!! God Save the Queen, and everybody in the house please say.. "YEAAAAAHHHHHHHH!!!"
saya menghambur ke dalam apartemen, diikuti laurent setelah membayar locksmith guy. taxi ditelephone. tidak untuk menghantar kami ke train station, but straight to Glasgow Prestwick Airport. bergegas... kami angkuti barang-barang ke luar apartemen.
"good luck in france, dear!" sahut mrs. robb yang masih asyik berkebun.

13.45
"what time is your flight?" tanya supir taxi
"15.30" sahut saya dan laurent berbarengan.
"oh, relax... we still have time. 30 menit nyampe kok ke airport."
jantung saya yang tadi sempet jatuh di depan pintu apartemen, rasanya sudah melompat kembali ke tempatnya.
laurent membuka dompet, menghitung lembaran poundsterling yang tersisa, "i hope we still have enough. tadi kepake 62 pound untuk locksmith, dan kemarin hampir seluruh poundsterling sudah saya tukar euro semua."

14.15
argo taxi berhenti pada angka 35 pounds tepat di depan terminal keberangkatan Glasgow Prestwick Airport.
"cukup uangnya?" tanya saya pada laurent.
"cuma ada 20."
"sebentar.." ujar saya sambil merogoh-rogoh kantung celana... "ok, saya punyaa.... 20 pound... eh.. wait.. 40 pound deh!" ternyata ada 2 lembar 20 pound yang tersimpan di saku belakang celana jeans saya. haha! selalu menyenangkan kalo ketemu duit lebih yang sudah tersimpan lama di saku celana.

14.30
cek in di depan counter pesawat ryan air dengan 4 gembolan besar. 2 kopor yang total beratnya 57kg, dan 2 tentengan dengan masing2 berat 10kg. they were overweight... as predicted. dan kami harus membayar another 120 pound. 4 kali lipat lebih mahal dari harga tiketnya sendiri yang cuma 30 pound. cukup membuat mbak-mbak ryan air terbingung-bingung, karena sepertinya cuma kita aja penumpang yang ajaib enough membayar 4 kali lipat harga tiket untuk overweight luggage. but hey... this is a moving. not a vacation. at least we don't miss our flight!

16.45
the sky was blue, clear tanpa gumpalan awan tebal atau tanda-tanda mau hujan badai. tapi pesawat kami terguncang-guncang. dua pramugari yang seharusnya melayani penumpang yang ingin membeli minuman dan makanan ringan sampai harus membatalkan layanan dan memilih untuk duduk di bangku masing-masing dengan seat belt terpasang. dari berpuluh-puluh perjalanan udara yang pernah saya lakukan... this is gotta be the most scary one indeed... saya cuma bisa berdoa, menyebut jampi-jampi supaya alat bantu pernapasan tak tiba-tiba jatuh dari overhead cabin. on the back of my mind otak saya berputar sambil memandang ke arah Selat Inggris di bawah sana... jika terjadi sesuatu, setidaknya saya berada di samping suami.

laurent hanya tersenyum sambil menggengam erat tangan saya yang dingin, "where's your ipod?" tanyanya.
"ada di tas. kenapa?"
"take it out. mending kamu dengerin french lesson. biar bisa langsung speak-speak begitu nyampe france."
"o, yeah? bedoa aja dulu supaya kita beneran sampe france. utuh! in one piece!"

18.00
'Bienvenue en France' sebuah pesan sms singkat dari ayu muncul saat hp saya nyalakan begitu tiba di Roissy Airport di sebelah utara kota paris.
"kemana kita?" tanya saya pada laurent sesaat setelah seluruh gembolan sudah diambil dari ban berjalan.
"beli tiket bis buat ke paris center."
"paris nya jauh gak dari sini?"
"1 jam naik bis."
"kalo gif sur yvette nya?"
"40 menit naik subway dari paris"
"jauh... ya?"

18.40
"we are almost there..." kata laurent sambil menunjuk Eiffle Tower yang terlihat anggun berdiri di kejauhan.
bus masih berjalan. sedikit merambat karena lalu-lintas jam pulang kantor yang padat. saya melihat pemandangan kota paris dengan kagum dari balik kaca.
"so... paris macet ya?" tanya saya
".. and polluted as well. jauh lebih parah dibanding new york."
"ya ga papa lah. saya udah pernah liat yang lebih parah di kampung halaman."

19.00
bus berhenti di terminal kecil di pusat kota paris. saya tak tau nama tempatnya. tapi kata bapak supir bus, stasiun subway ada di seberang jalan sana. 5 menit jalan kaki.
"jadi kita naik subway nih ke gif sur yvette?" tanya saya pada laurent sambil memandang gembolan kami yang ukuran dan beratnya bagai anak gajah thailand.
"sepertinya begitu. nyari taksi di paris itu susah. dan... mahal! apalagi ke gif sur yvette yang letaknya di suburb. bisa 100 euro lebih kali."
"coba ada ryan air ke gif sur yvette ya? cuma 30 pound!"
"sayang gak ada..." ujar laurent sambil terkekeh.
"mudah-mudahan subway station nya ada elevator. jadi gak usah naik turun dengan barang-barang ini pake tangga."
"mudah-mudahan... tapi saya gak yakin..."
"HAH?"

19.15
bapak supir tidak bohong. subwaynya memang dekat. tapi dibutuhkan waktu lebih lama untuk jalan kaki sambil menggeret kopor-kopor yang beratnya gak sopan. dan yang lebih bikin lemas lagi... ketidakyakinan laurent terbukti. subway stationnya tidak ada elevator! brengsek!!

saya bukan anak manja, tapi saya juga bukan atlet angkat besi yang bisa santai naik-turun tangga subway dan menguber-nguber kereta sambil mengangkut tas 50 kg lebih. secara mental terus terang saya sudah ingin mengibaskan bendera putih dan berteriak... "ampun oom! saya nyerah!" apalagi ketika melihat anak tangga stasiun kereta bawah tanah yang tidak sedikit. ditambah harus transfer kereta pula di stasiun berikutnya yang juga dihiasi puluhan anak tangga. brengsek! stasiun brengsek! paris brengsek!

20.00
napas saya sudah tersengal-sengal. dan kesabaran saya makin tipis stoknya. asli pengen ngamuk-ngamuk. tapi ngamuk sama siapa ya? masa sama laurent? dia sendiri keadaanya juga gak lebih baik dari saya. lelah dan LAPAR! gara-gara insiden kunci di apartemen tadi, kita berdua sama sekali gak sempet makan. mo makan di pesawat juga gak kesampean.

saya cuma diam... dan diam. lebih baik menghemat tenaga dan lemak tubuh daripada energinya dipake untuk ngomel-ngomel. di sekitar saya terlihat puluhan calon penumpang yang sama-sama menunggu kereta tujuan gif sur yvette di pinggir platform. ramai! sudah jam 8 malam, tapi masih seperti rush hour. otak saya berputar... gimana caranya mendesak masuk kereta yang penuh dengan gembolan sebesar anak gajah thailand?

20.05
sebuah kereta RER nomor B tujuan gif sur yvette berhenti di platform. isinya penuh sesak. saya dan laurent tak bergeming. kehabisan tenaga dan semangat untuk berdesak-desakan dengan calon penumpang lain yang menyemut di depan pintu kereta.

20.15
kereta RER nomor B yang ke-2 datang. masih penuh.
"minum?" tawar laurent pada saya yang sudah mati rasa melihat ramainya penumpang yang berdesak masuk ke dalam kereta.
"saya lapar."
"i know. saya juga. mudah-mudahan nanti sampe gif sur yvette kita bisa beli makanan."

20.30
kereta RER nomor B yang ke-3 datang. tidak terlalu penuh.
tanpa dikomando, saya dan laurent mengangkat kopor-kopor, mengambil ancang-ancang.

20.32
"gif sur yvette berhenti di stasiun ke berapa?" tanya saya sambil melihat interior kereta yang sedang melaju.
"bentar..." kata laurent menebar pandangan mencari peta, "ok.. 1..2..3..mmmmm... 14"
"anjrit! jauh!"
"40 menit-an"
"ok, kalo gitu saya pingsan dulu. sampe ketemu di gif sur yvette" ujar saya sambil selonjor di bangku kereta, memejamkan mata.

21.15
"sayang... sudah sampai" bisik laurent sambil menepuk paha saya pelan.
"iya.. saya tau. dari tadi gak bisa tidur juga" ujar saya sambil melihat ke arah jendela. kereta sudah tak lagi berjalan di lorong bawah tanah. it's running outside now, dan saya bisa melihat pemandangan... countryside... *kwak wawww* selamat datang di desa gif sur yvette dimana disini tak ada pemandangan menara eiffle.

21.17
selain segelintir orang yang ikut turun, tidak ada tanda-tanda kehidupan lain di stasiun gif sur yvette yang gelap.
"now.. what?" tanya saya
"kita harus ke hotel yang sudah di booking orang tua saya. but, honestly... saya gak tau harus kesana naik apa." ujar laurent sambil memperhatikan keadaan stasiun yang benar-benar sepi.
"hotelnya jauh gak?"
"gak tau"
"ada taxi?"
"kelihatannya ada gak?"
"gak."
"berarti ya gak ada."
"bus?" ujar saya sambil menunjuk halte bus 20 meter dari tempat kami berdiri.
"sebentar, saya cek dulu..."

21.25
"bus yang terakhir dari stasiun berangkat jam 20.30" kata laurent menghampiri saya yang sedang duduk lunglai di atas koper.
"fucking france! saya mau balik aja ke glasgow"
"yang bener?"
"iya. disini gak ada kehidupan begini. saya kangen apartemen."
"hehe... bentar ya sayang. coba saya tanya dulu di penjaga loket di platform seberang. siapa tau dia punya nomor telepon taksi.... ikut?"
"ikut... tapi gak mau bawa tas."
"kalo gitu kamu tunggu sebentar disini."

21.35
laurent kembali dengan 3 buah nomor telepon perusahaan taksi. nomor yang pertama dihubungi. operatornya menjawab, "apa? stasiun gif sur yvette? sorry.. jauh! gak ada supir yang mau kesana."

*monyet!*

nomor yang kedua dihubungi. tidak ada yang menjawab.

*grrbbblll!*

nomor yang ketiga dan terakhir dihubungi. operator menjawab, "stasiun gif sur yvette? OK! tujuannya kemana?"
"ke hotel di chevry marche.." kata laurent
"chevry marche? wah.. sorry... kedeketan. cuma 2 km. can't help you!" dan telephone ditutup.

21.45
"can i die now?" tanya saya pada laurent setelah kami berdua terdiam beberapa saat.
"i can't believe this french taxi.." kata laurent terlihat kesal.
"i hate france.." ujar saya pelan sambil merebahkan badan di samping kopor.
"we might have to walk to the hotel"
"i'm not gonna move for an inch." saya meringkuk sambil memeluk ransel. "kalo kamu mo jalan kaki. silahkan jalan sendiri. jangan lupa kirim postcard kalo udah sampe hotel."
"sayang! saya serius. kamu mau tidur di stasiun? nobody is going to help us here, do you hear me?"
"iya! saya tau! tapi saya juga gak mau jalan kaki 2 km in the middle of nowhere gini dengan gembolan anak gajah thailand!"
"but, we don't have any choice... and..."
"and what? hari gene jalan kaki adalah ide sinting! we don't know anything about this city. or maybe i have to say... VILLAGE. emang kamu tau jalan ke hotel? gak kan? 2 km itu kalo gak nyasar. and more likely... tanpa peta kita bakal nyasar. ogah! saya capek..."
"saya juga!"
"ya udah, tidur disini aja sampe pagi. dibawah pohon."

21.47
suami saya masih berdiri sambil menatap saya yang meringkuk memeluk ransel.
saya tau ia pasti sedang bingung. tapi saya juga sudah terlalu lelah dan kelaparan untuk berpikir or even say another word. mungkin ini adalah hari yang paling 'idiot' dalam kehidupan kami berdua. terngiang kembali janji pernikahan yang kami ucapan di depan pastur beberapa bulan yang lalu... "for better or worse..." hiks... :(

21.50
sebuah mobil sedan tiba-tiba muncul dan berhenti di tepi jalan stasiun. penumpangnya, seorang bapak-bapak tua, turun melewati kami yang sedang duduk bersama koper-koper. ia tersenyum kepada kami sambil terus berjalan ke arah loket stasiun di platform seberang.

22.00
"are you guys ok?" tanya si bapak tua tadi yang sudah kembali lagi ke arah mobilnya dalam bahasa perancis.
laurent langsung berdiri dan menghampirinya. saya tak tau mereka berdua ngomong apa. tapi...

22.03
"sayang! grab the bags!!" kata laurent tergopoh-gopoh menghampiri saya yang masih memeluk ransel. "grab your bags! kita mau dianterin sama bapak itu!"
"serius?"
"banget!"
"HALLELUYAAAAAAAAAA!!!"

22.17
kamar hotel kami yang berbentuk apartemen kecil itu ternyata terletak di tengah-tengah commercial area kota.. eh.. desa chevry. sebenernya tak terlalu jauh dari stasiun kereta gif sur yvette. tapi untuk menuju ke sana, jalannya berliku dan menanjak bukit. pheww... untung tadi gak jalan! lebih beruntung lagi bahwa ternyata kami dikirimi malaikat penyelamat berwujud bapak-bapak tua dengan mobilnya. ajaib!

22.40
setelah membasuh muka, saya langsung tewas di tempat tidur. perut masih keroncongan, tapi tak ada toko atau warung atau restoran yang buka.
laurent masih terduduk di samping saya, mengecek palm pc nya, "besok.. kita harus ke agent pagi-pagi." katanya sambil melirik saya yang sudah memejamkan mata.
"ngapain?"
"nyari apartemen.. kan.."
"oke..."
"siap-siap ya... this is gonna be another adventure...."
"oke deh, bang... selama gak harus geret-geret anak gajah thailand, i'm ready..zzz... for the next.. zzz... one....zzzzzzzzz..."


*to be continued... next week*


loucee said it on 5:25 PM | |




• first posting from france

so, here i am... in a land called france!
Bienvenue everybody! apa khabar semua?
lama sudah kita tak saling menyapa di dunia maya sejak saya pensiun jadi netizen..

banyak sekali cerita dan pengalaman ajaib yang ingin saya posting sejak detik meninggalkan tanah scotland, seperti terkunci di apartemen sendiri beberapa jam sebelum pesawat kami berangkat, perjalanan udara yang super bumpy, naik-turun tangga subway paris dengan overweight luggages on both hands, terdampar malam-malam di stasiun kereta gif sur yvette, sebuah kota kecil di selatan paris yang jauh dari peradaban tanpa fasilitas bus, taxi, ojek, sepeda, etc. sampai cerita hari-hari sesudahnya yang didominasi dengan kisah petualangan mencari apartemen, dealing with paperworks ala france, kucing-kucingan dengan petugas pemeriksa karcis kereta, dan adu urat dengan supir taksi. *phew..*

yes, it was quite a journey... dan banyak sekali cerita yang sudah tertulis di laptop sendiri yang tak sabar ingin saya posting di blog. THANKS to ayu yang telah berbaik hati menyediakan hot spot gratis di apartemennya. laurent and i are still waiting for ours to get installed in our own apartment in versailles. huh? versailles? katanya di gif sur yvette?

hehe... ceritanya panjaaangg... sinting dan panjaaaanggggggg!! saya akan membaginya menjadi beberapa posting selama mingu-minggu mendatang.
so, while waiting... seminggu sekali saya akan bertandang di la maison des fievet untuk bercumbu dengan sambungan internet. all in all... it's good to be back in the blog world.


loucee said it on 5:14 PM | |