human - blog

Wednesday, November 24, 2004

• dial-up

"selamat nunggu..!" begitu mungkin yang diucapkan powerbook-ku seandainya ia bisa bicara, saat aku memasukkan kabel telephone rumah di lubang phone jacknya. yah.. kembali ke rumah orang tua, berarti juga kembali pada teknologi sambungan internet dial-up. dan oh.. betapa lambreta ya sambungannya? menunggu loading 1 halaman saja, aku sudah bisa bolak-balik dari kamar ke dapur untuk bikin teh manis.

"di McD Thamrin deket rumah lo kan ada hotspot lho!" kata temanku miss cincau suatu hari, "dan pastinya sih lebih kenceng daripada dial-up."
betul sekali sih.. denger-denger gosip juga katanya begitu. seandainya jakarta aman & damai, dari hari pertama dateng mungkin aku sudah nongkrong disitu, browsing sambil ditemani berporsi-porsi kentang goreng McD.

tapi ini jakarta, nek! dimana pamer gadget di tempat umum boleh jadi kegiatan bunuh diri. tadinya aku juga ngga nyadar. waktu tahun lalu pulang, di minggu pertama aku masih sempet juga berjam-jam nongkrong di QB jalan sunda, ngetik thesis pake laptop ibunda. pulangnya sendirian jalan kaki pula, nenteng-nenteng tas yang jelas-jelas berbentuk tas laptop. sampe rumah, begitu denger aku habis pergi darimana, ngapain aja dan sendirian pula, langsung di beri wejangan panjang lebar oleh ibuku, "jangan samakan disini dengan disana.." trus kakakku juga ikutan nimbrung "iye! gile aje lo.. jalan kaki nenteng tas laptop sendirian pula! kalo dijambret orang gimana?" ya.. ya.. ya.. selamat datang di jakarta raya.

"sekarang ada kejahatan dengan modus operandi baru, louc!" kata teman kuliahku waktu lagi ngumpul bareng teman seangkatan di citos. "jadi kalo lo misalnya lagi di mal nih, sendirian bawa laptop, kamera, atau apa kek gadget-gadget gitu. pas pulang, bisa aja lo diikutin sama penjahatnya. kalo lo bawa mobil sendiri, si penjahat bakal buntutin lo terus. biasanya mereka 2 orang pake motor. sampe udah berapa lama, ntar mobil lo tau2 bannya kempes. mau gak mau kan lo harus minggir tuh. nah pas disitulah biasanya barang-barang lo langsung disikat abis."

aku hanya bisa ternganga mendengar cerita gak asik itu. katanya lagi, teman kuliahku yang lain juga pernah tertimpa musibah dengan cara yang sama. powerbook G4 15", kamera digital Canon, sampe handphonenya habis semua. gile beneerrr!!

"sayang, di jakarta ada 5 tempat di public space yang punya hotspot." kata suami melalui pembicaraan interlokal.
"iya, tapi gak aman, say..."
"gak aman kenapa? bisa di-hack?" tanyanya
"bukan. tapi kalo online pake powerbook gue yang gigantic di tempat umum gitu, bisa-bisa powerbooknya dibajak orang."
"maksud kamu, orang-orang disana suka minjem laptop orang lain kalo lagi di tempat umum? kaya mereka mau minta rokok di jalan gitu? ya, jangan dikasih dong.." katanya polos tapi serius
"gak minjem sayy... tapi ditodong! diambil secara paksa"
"that's horrible.." katanya setelah beberapa saat.
"embeerrr! makanya.. udahlah.. pake dial-up dulu dari rumah juga gak papa." kataku lesu.
"tapi kan lama..."

indeed... lama! akibatnya kegiatan online pun jadi agak terganggu. apalagi kalo stock sabar lagi gak mencukupi. ngecek email sukur-sukur bisa sekali sehari, dan blog-hoping jadi ajang uji emosi diri. but oh, well.. tak apalah.. biar lambat asal selamat, bukan? 2,5 bulan ke depan aku jadi kura-kura dulu yak.


loucee said it on 2:05 AM | |




Saturday, November 20, 2004

• bidadari-bidadari

ada 2 wajah bidadari yang tak pernah absen menyambut hangat saat aku menjejakkan kaki di bandara soekarno hatta setiap tahunnya. mereka adalah dua keponakanku tercinta yang senantiasa membuat tantenya rindu saat tinggal berjauhan dengan mereka.

setiap pulang, aku pasti selalu tercengang-cengang dengan perubahan dan pertumbuhan fisik mereka yang pesat. dan perjumpaan kami hari sabtu yang lalu di bandara juga masih sukses membuatku menjerit kecil.. " kalian sudah besar-besar sekaliii sekaraaanggggg..." sambil memeluk dan menciumi wajah bidadari badung mereka.

keponakanku yang besar sekarang sudah kelas 5 SD. hobby nonton tivi, dvd, menari ballet, dan sangat up to date dengan semua tayangan MTV. tahun lalu, aku masih bisa menciumi ubun-ubun kepalanya dengan mudah. tapi sekarang, tingginya hanya beda sejengkal denganku. sampai eyangnya bilang "wah, bentar lagi tantenya kesusul nih.." saat kami berjalan berdampingan.

keponakanku yang kecil sekarang sudah kelas 2 SD. gigi susu dan gigi tetapnya masih berkejar-kejaran tumbuhnya. membuatku selalu tersenyum geli setiap melihatnya nyengir sambil mempertontonkan deretan gigi depannya yang seperti vampire cilik. kata ibu dan eyangnya, sifat, kelakuan, hobby sampai gaya rambutnya sama persis denganku waktu masih kecil. dimana-mana, dalam segala situasi apapun hobinya menggambar. dan kalau sudah memegang spidol dan kertas kosong pasti langsung asik dengan dunianya sendiri dan tak terlalu peduli dengan lingkungan.

jalan-jalan dengan kedua bocah ini memang selalu menyenangkan. meskipun kadang bisa bikin pusing kepala juga. terutama saat berada dalam satu mobil sementara mereka tak pernah berhenti mengoceh dan bernyanyi lagu yang sama sepanjang perjalanan panjang.

tahun lalu waktu suami kuajak liburan ke jakarta, mereka juga tak kalah bawelnya berkenalan dengan si oom baru mereka yang bule. hanya sempat malu-malu di menit pertama, habis itu.. wah.. tak terbendung deh ocehan2 mereka yang polos khas anak-anak. dalam perjalanan dari bandara ke rumah saja yang kecil sudah langsung berani nyeletuk tanpa perasaan bersalah, "you have a big nose..." setelah lama memperhatikan wajah suamiku dari bangku belakang. sementara yang besar juga tak kalah jahilnya meledek accent suami yang sangat frenchy saat berbicara dalam bahasa inggris. katanya, "oom laurent kalo ngomong mulutnya manyun ya? kalo ngomong people kedengerannya jadi pupel.." sambil menirukan accentnya. aku dan suami hanya bisa tertawa geli mendengar ocehan dan melihat tingkah mereka.

sampai hari ini, aku selalu menghabiskan waktu jalan-jalan dengan 2 bidadari cilik ini. mereka jugalah yang dengan semangat meng-update tantenya yang punya panggilan sayang 'tante bobo' ini dengan info2 terbaru tentang jakarta. main bowling di mal baru, nonton Shark Tale di bioskop baru, nyoba makanan di restoran baru, menunjukkan club-club baru ("itu centro, tante.. diskotik buat anak umur 17 tahun keatas!" kata yang besar saat kami melewati dharmawangsa square suatu sore). aku sih selalu manggut-manggut saja mendengar ocehan mereka. gembira bisa berada di tengah-tengah bidadari-bidadari kecilku lagi. pinginnya sih bisa culik satu untuk menghiburku dan suami di glasgow nanti! hihihihi...


loucee said it on 5:14 PM | |




Thursday, November 11, 2004

• glasgow, 9 hari kemudian...



hari ini glasgow indah sekali. tak ada hujan hanya sinar matahari menyiram arak-arakan awan di langit biru. pemandangannya bak lukisan peneduh hati, terbingkai kayu jendela dapur rumah kami.

9 hari sudah kangen-kangenan dengan suami di glasgow, besok saatnya aku terbang lagi untuk bertemu handai taulan di tanah air tercinta. kangen dan gembira tentunya setelah setahun lebih tak jumpa.

entah apa bisa aku sesering ini nge-blog di jakarta nanti. yang pasti dibutuhkan kesabaran yang tinggi menunggu koneksi dari sambungan dial-up di rumah orang tua.

until next time, Selamat Idul Fitri aku haturkan bagi yang merayakan. mohon maaf jika pernah ada salah ucap di halaman ini. sampai jumpa di kampung halaman tercinta.... :)


loucee said it on 3:32 PM | |




Wednesday, November 10, 2004

• "indesway indeswoy indesway indeswoyy.."


kupingku terbiasa mendengar bahasa inggris dengan aksen new york, dan untuk bisa mengerti bahasa inggris yang diucapkan dengan aksen orang scotland yang sangat berbeda tentunya jadi sebuah perjuangan tersendiri buatku.

senin sore pukul 5.45 aku menunggu kereta di stasiun dekat rumah yang akan membawaku ke Glasgow Central Station untuk bertemu dengan suami disana. menurut jadwal, kereta akan sampai di stasiun tempatku menunggu pukul 5.50.

5 menit, 10 menit hingga 30 menit kemudian. kereta itu belum muncul juga. apa salah jadwal ya? pikirku. tapi kayanya ngga deh. soalnya orang-orang yang menunggu bersamaku juga terlihat mulai resah.

pukul 6.30, salah satu orang di platform itu menghubungi petugas kereta lewat intercom. aku berusaha mencuri dengar pembicaraannya. tapi ya.. berhubung ngomongnya cepet banget dan pake scottish accent pula, aku gak berhasil mendapatkan secuil informasi pun.

gak lama setelah si orang tadi menyudahi pembicaraan, aku lihat.. lho, orang2 kok pada bubar jalan ke pintu keluar. ada apa ya? masih bingung aku bertanya kapan keretanya datang pada salah seorang bapak yang juga hendak keluar.
si bapak menatapku sambil tersenyum dan menjawab, "indesway indeswoy indesway indeswoy.." dengan scottish accentnya yang kental.
huh? dia ngomong apa ya? pikirku masih terbengong-bengong ngga ngerti dia ngomong apa.
si bapak yang kayanya baru nyadar aku bengong ngeliatin dia, akhirnya menjelaskan lagi dengan accent yang tiba-tiba berubah, "the train is not coming until 9 pm."
ooo.. aku manggut-manggut tanda mengerti. untung dia ternyata nyadar aku gak ngerti scottish accent. kata suami, glaswegian yang berpendidikan tau banget kalo accent mereka sulit untuk dimengerti oleh orang asing. jadi kadang mereka akan meng'alter' accent mereka supaya orang lain bisa mengerti juga.

untung aku ketemu sama bapak berpendidikan itu. soalnya pernah punya pengalaman lain di stasiun kereta juga yang membuatku berasa jadi orang linglung gara-gara masalah accent ini.

hari itu aku sedang terburu-buru mau pulang dari Glasgow Central Station. disini karcis penumpang biasanya jarang diperiksa. tapi kebetulan sore itu pas ada pemeriksaan. 2 orang petugas berdiri sambil mengecek karcis calon penumpang di depan pintu masuk platform tempat keretaku parkir. aku yang memang selama 3 hari naik turun kereta disini gak pernah beli karcis dan gak tau harus beli dimana akhirnya menghampiri salah satu petugas, "where can i get the ticket, sir?" tanyaku.
si petugas menjawab dengan scottish accentnya yang super duper kental aja, "indesway indeswoy indesway indeswoyy.." sambil tangannya menunjuk-nunjuk ke arah kiri dan kanan.
tentu saja aku masih bingung dengan jawabannya dan terbengong-bengong menatap si petugas.
lalu dia ngomong lagi, "indesway indeswoy indesway indeswoyy desway deswoy desway deswooy..."
haduuhh... dia ngomong apa yaaaa??
dengan ragu akhirnya aku bilang "thank you, sir.." dalam hati, sutrahlah.. aku cari sendiri aja ticket machinenya. gak ada harapan gini untuk bisa ngerti penjelasannya.

baru jalan dua langkah, petugas itu memanggilku lagi, "miss.. miss.." katanya.
aku menghentikan langkah, "yes, sir?"
lalu dia mulai lagi, "indesway indeswoy indesway indeswoyy.." kali ini sambil menunjuk jam tangannya dan juga ke arah kereta.
aku masih melongo. huuhh.. gregetaaaaannn!!! dia ngomong apaaa siihh??
sedetik kemudian dia akhirnya menepuk bahuku dan menunjuk ke arah kereta lagi sambil berbisik, "go! go! go now!"
aku bertanya setengah ragu, "you mean, i can go inside the train now?"
ia mengangguk dan tersenyum, "yes, go inside now! indesway indeswoy indesway sway swey swoy.." katanya lagi.
oh sutrahlah, tak kupikir lagi dia ngomong apa setelah kata-kata "yes, go inside now!" tadi terucap. aku rasa dia juga hopeless dan kasian kali ya ngeliat turis linglung macam aku.


loucee said it on 2:15 PM | |




Monday, November 08, 2004

• glaswegian dugem

akhir pekan tiba. suami yang sudah mulai gregetan melihat aku masih idle pun tak tahan, "ayo kita pergi dugem!" katanya semangat.
"huh? dugem? ada tempat dugem disini?" kataku setengah meledek.
"jangan salah non! glaswegian gak hanya senang nge-beer di pub aja, mereka juga seneng joget di club. ayo kita pergi joget. sudah waktunya kamu keluar rumah dan bersenang-senang!"

hmm.. ok deh! dari dulu memang aku senang dugem. dan berdugem ria di glasgow nampaknya kudu dicoba. lupakan sejenak awan kelabu dan hujan rintik-rintik. terlalu lama mengurung diri di rumah juga nggak baik untuk kesehatan jiwa.

kami pergi ke tempat dugem itu sekitar tengah malam bersama 6 orang lainnya. kesemuanya teman kerja suami asal perancis. nama tempatnya The Garage. katanya sih the hottest night club in Glasgow. dan gelar itu nampaknya terbukti ketika sesampainya disana langsung menjumpai antrean super panjang melingkar-lingkar di depan pintu masuknya. gak peduli dengan udara dingin yang menggigit, anak muda glaswegian (yang menurutku tampang dan gayanya mirip semua) tetap semangat berbaris teratur untuk masuk ke dalam The Garage. sebagian besar malah berbusana minim (you know.. sleeveless, tube top, rok mini, etc), sementara aku memakai baju 4 lapis saja!

setelah memperlihatkan ID Card pada deretan bouncer yang menang serem karena jenggot dan kepala gundul, kami masih harus 'menyerahkan diri' lagi pada deretan mbak & mas yang agak kalah serem dari bouncer2 tadi untuk di 'bag & body search.' nampaknya mereka lumajan ketat juga mencegah masuk obat-obat teler dan bikin semangat macam ecstasy beredar di dalam.

kami harus membayar 7 pounds per orang, ditambah 1 pound lagi untuk titip jacket atau coat begitu sampai di dalam. harga tersebut tidak termasuk first drink, tapi kami bebas keluar masuk di setiap ruangan The Garage yang punya 4 ruangan besar; ruang RnB yang tentunya memutar lagu-lagu RnB, ruang Rock & Metal yang memutar lagu2 rock brit-style, satu ruangan gak jelas dengan musik mirip country (tapi yakin bukan country ala amrik), dan ruangan utama yang super besar dengan musik campur sari!

berdelapan kami akhirnya memutuskan untuk joget di ruangan campur sari tsb. aku sebut demikian karena memang pilihan musiknya bener-bener dicampur suka-suka hati dengan urutan sebagai berikut:
1. "It's My Life" genre:Techno
2. "La Bamba" (Los Lobos)
3. "ABC" (Jackson Five)
4. "Sweet Child O' Mine" (Guns N' Roses)
5. "Dancing Queen" (ABBA)
6. "This Love" (Maroon Five)
7. "Wannabe" (Spice Girls), dst...

memang agak bingung sih ya jogetnya gimana, berhubung gaya musiknya senantiasa berganti suka-suka DJ nya. tapi yah.. gak papa lah, diselingi alkohol sedikit toh semua musik jadi terdengar sama..hehe..

kami bertahan di The Garage sampai tempat ini tutup jam 3 pagi. selama itu gak cuma joget di ruangan campur sari aja, tapi muter-muter ke ruang Rock & Metal (disini gak lama-lama soalnya jogetnya rusuh berat dan mengancam keselamatan jiwa), trus ke ruang yang mirip country tadi (disini lebih sebentar lagi, berhubung sama sekali gak ngerti musiknya), dan akhirnya melanjutkan joget di ruang RnB yang ternyata cukup memuaskan (karena musiknya konsisten sodara-sodara!!)

jalanan sangat ramai dengan manusia dan mobil begitu kami keluar dari the Garage. memang di Glasgow nampaknya club tutup pada saat bersamaan yaitu jam 3 pagi. sementara bagi yang ingin melanjutkan bersenang-senang bisa singgah di pub-pub yang bertebaran dan tutup jam 4. aku dan suami harus jalan sekitar 30 menit untuk menyetop taxi yang ternyata jarang ada yang kosong. sepanjang jalan, orang mabuk bertebaran dimana-mana. gak perempuan gak laki-laki.. hampir semua yang kami temui rata-rata sudah pada teler semua. suara botol yang dipecahkan atau teriakan-teriakan laki-laki mabuk yang menggoda perempuan2 berpakaian minim yang juga tak kalah mabuk terdengar di sana-sini. pengalaman baru nih. separah-parahnya bubaran club di apel besar, kayanya belum pernah ngalamin yang se-chaos ini. untung akhirnya setelah mengantre 30 menit lagi bersama para pemabuk tadi di tempat pemberhentian taxi, kami dapat kendaraan kosong juga dan sampai di rumah dengan selamat. *phew..what a night..*


loucee said it on 2:08 PM | |




Friday, November 05, 2004

• ingin sekali berdamai dengan cuaca...

sudah 4 hari di glasgow, tapi masih belum keluar rumah juga. betah amat yak?
suamiku sampai bingung, "kamu ngapain aja di rumah? gak bosen?" katanya waktu
telephone dari kantor.
hmm.. bosen sih gak.. cuman kayanya aku masih idle mode begini. ngeliat cuaca dari balik kaca jendela, bener-bener bikin ngga napsuh suasana hati deh. mendung kelabu begitu. mau sok-sok heppie, ya tetep aja.. aku gak bisa ngibulin hati sendiri.

"kalo males keluar rumah gara-gara mendung terus ya berarti kamu gak bakal kemana-mana dong, say.." katanya lagi.
iye emang bener sih.. di glasgow itu langit biru adalah sebuah keajaiban alam. ketika tiba-tiba matahari muncul, orang bersorak girang.. "what a nice day today!" padahal langitnya biru cuman selama setengah jam doang. abis itu balik lagi jadi mendung dan kelabu. kasian bener..

suamiku dulu juga sempet sutresno berat waktu baru pindah ke glasgow. masalahnya sama.. rindu matahari! maklum, dia kan lahir dan besar di sebelah selatan perancis yang selalu bermandikan sinar matahari. waktu tinggal di apel besar dulu juga, setiap ada waktu luang pasti langsung kabur ke central park untuk berjemur. sampai disini gak mungkin aja deh acara jemuran itu dilanjutkan. tambah keling gak, masuk angin iya.

selain masalah langit yang jarang biru itu, glasgow juga beken dengan cuacanya yang senantiasa berubah dalam waktu singkat. bisa nih dalam jangka waktu 2 jam langitnya mendung, hujan rintik-rintik, lalu cerah ceria, lalu gelap gulita, disusul dengan hujan es yang turun dengan angin kencang, lalu mendung lagi. huh.. payah! jadi makin maleeesssssss aja ini keluar rumah.. *sigh*


loucee said it on 4:21 PM | |




Wednesday, November 03, 2004

• good morning glasgow...

tadi pagi aku bangun dengan perasaan bingung... "sepi amat yak..?" pikirku.
biasa dibangungkan dengan berbagai macam suara di apel besar, mulai dari klakson mobil-mobil di jalan, sirene pemadam kebakaran sampai suara orang bercakap-cakap di tepi jalan apartemenku yang terletak di lantai 2, sampai di Glasgow.. wah.. serasa bangun tidur di biara.

aku bangun sambil sedikit kedinginan. Glasgow memang lebih dingin suhunya dibanding suhu musim gugur di Manhattan. kubuka tirai kamar tidur dan menatap langitnya yang mendung dan kelabu. haduuhh.. jadi nelangsa. belum 24 jam lewat dan kerinduan menatap langit biru apel besar itu langsung menyergap.

selesai meluruskan otot-otot yang pegal-pegal karena perjalanan panjang hari kemarin, aku berkeliling rumah yang maha besar tapi maha sepi ini. suamiku sudah berangkat ke kantor dari pagi. hmm.. sunyi senyap sendiri begini.. aku ngapain yaa?? masih bingung mo ngapain. rasanya seperti hang-over setelah selesai pesta semalam suntuk di malam sebelumnya.

mungkin memang seperti itu rasanya.. hidupku di apel besar kemarin seperti menghadiri sebuah pesta. pesta memabukkan yang ramai, riuh rendah, dan sarat dengan cerita gembira. pagi ini, pesta itu usai sudah, dan kini waktunya kembali menjalani kehidupan nyata. *cuci muka, minum jus jeruk dan berharap semoga hang over ini cepat berlalu*


loucee said it on 7:14 PM | |




Monday, November 01, 2004

• buku

aku selalu merasa hidup itu bagai sebuah buku. buku cerita yang kisahnya tak ditulis dengan gerakan tangan dan goresan pena, tapi dengan hati, perasaan, akal dan jiwa.

saat sang pemilik baru lahir lembaran pertamanya putih, bersih siap diisi. ketika hari dan tahun berjalan, buku itu akan mulai terisi sendiri dengan kisah sehari-hari hidupnya. kadang tulisan dan gambarnya rapi tertata, kadang kacau-balau tak menentu, kadang sobek dan gembel, kadang membiru saat si pemilik sedang sendu, memerah jika sedang jatuh cinta atau penuh riuh bertabur pelangi saat ia sedang gembira.

lalu waktu terus berjalan tak mengenal kata berhenti. buku itu akan bertambah tebal melebihi bantal tidur pemiliknya. setiap mengakhiri sebuah keping dari hidupnya, berakhir pulalah sebuah babak cerita. halamannya berganti, dan kisahnya berlanjut dalam babak baru. di waktu senggang sang pemilik bisa membolak-balik lembarannya, membaca lagi kisah-kisah masa lalu. mentertawakan yang lucu, merenungkan sebuah pelajaran, atau mensyukuri tercapainya sebuah cita-cita.

tanggal 9 juni 2001, aku memulai sebuah babak baru dalam buku hidupku. lembaran pertama kubuka dengan sebuah gambar apel merah berukuran raksasa. masih teringat rasanya ketika hatiku selalu bergetar saat menggores kata demi kata dibawah gambar apelnya. ada rasa takut dan cemas saat memulai cerita. ada rasa kehilangan dan kesepian menyelimuti halaman pertamanya.

namun kecemasan itu tak berlangsung lama. ketika hari berganti lembarannya mulai menoreh semburat warna. tak lagi biru, merah atau warna pelangi saja. tapi menjadi perak dan emas berkilauan menarik mata. gambarnya pun tak lagi diam mematung di halamannya, tapi hidup, bergerak, berjalan, meloncat dan menari begitu dinamisnya.

3 tahun 4 bulan lewat dan 1238 lembar habis sudah dalam babak nan berkilau itu. hari ini sampailah aku di lembar terakhirnya. ada sedih luar biasa menyergap saat aku menatapnya. ada rasa tak rela meronta untuk mengakhiri babaknya. tapi hidup terus berjalan, dan lembarannya harus tetap dilanjutkan. babak itu tak akan pudar kilaunya. kisah dan warna indahnya akan tetap tersimpan di halamannya. terjalin kuat menjadi bagian dari sebuah buku, bersatu dengan babak-babak yang pernah terkisah sebelumnya. ia kan tetap ada disana. siap menanti aku - pemiliknya - untuk membolak-balik kembali lembarannya. mentertawakan yang lucu, merenungkan seribu pelajaran, atau mensyukuri tercapainya tak hanya sebuah tapi berderet cita-cita

selamat tinggal apel besar... selamat tinggal...
kilau kisahmu tak akan pernah redup dalam lembaran indah hidupku...






loucee said it on 7:17 AM | |