ingatkah kamu? ketika kita masih kecil dulu. kamu selalu menggandeng tanganku ketika kita berjalan menuju ke sekolah.
ingatkah kamu? ketika kita masih kecil dulu. kamu perkenalkan aku ke teman bermainmu. "ini pacarku," katamu singkat. dan teman temanmu meledek kita tak henti. tapi kamu hanya tersenyum dan melihatku nakal. aku tersipu malu walau aku tak tahu arti kata "pacar" kala itu.
ingatkah kamu? ketika kita masih kecil dulu. kamu menemaniku bermain, kadang menemaniku tidur siang. menghabiskan waktu luang. bercerita tentang macam macam.
aku senang menghabiskan waktu kecilku denganmu. aku senang mendengar kata "pacar" setiap kamu memperkenalkanku. tapi aku tak tahu arti kata itu. dan aku tak tahu apa cinta itu. begitu juga kamu, tapi kita begitu lapang mengucapkannya. karena kata mama, cinta itu indah.
aku mencintaimu karena cinta itu indah. walau aku tak tahu arti kata itu.
kini kamu telah berada disana. tapi kamu tak pernah memperkenalkanku sebagai pacarmu. karena kita telah tahu apa arti kata itu, dan kita telah merasakan arti cinta itu. tanpa bayang2mu setiap kata itu diucapkan.
ingatkah kamu? ketika kita masih kecil dulu. ketika cinta itu indah. ketika cinta itu tidak menyakitkan. ketika cinta itu murni. ketika cinta itu .. hanya sebuah kata yang kita dengar dari mulut mama sebelum aku memejamkan mata. ketika cinta .. hanyalah sebuah kata. ketika cinta memberi waktumu untuk menemaniku tidur siang.
:: sLesTa
>> posted on 9/16/2004 12:49:00 AM | [
]
:: Wednesday, September 8 ::
>> SEPATU
aku punya enam pasang sepatu di kloset. yang satu berwarna putih, indah, cantik, tapi tak pernah cocok untuk aku pakai dengan baju2 kesayanganku. sepatu putih itu adalah sepatu pertamaku. banyak kenangan bersamanya, kadang terpikir untuk memakainya kembali. tapi kakiku sudah tak cukup, entah kenapa. memakai sepatu itu terasa nyaman di awal, tapi memberikan lecet lecet di kaki setelah aku memakainya terus2an.
lalu ada beberapa pasang sepatu yang aku suka. tapi terlalu sakit untuk dipakai lama2. akibatnya aku biarkan saja mereka terduduk di atas rak, terkena debu dan terlupakan. satu sepatuku yang paling aku suka, enak dan nyaman. sepatu terakhirku. aku pergi kemana2 dengan sepatu itu, tapi dengan berat aku harus rela membiarkan sepatu itu tergeletak di pojok kloset. masih bagus terlihat dari luar, tapi terlalu rusak untuk dipakai, dan terlalu sayang untuk dibuang.
aku pergi kemana2 dengan sepatu itu. bentuknya indah, terlihat nyaman dan sangatlah cocok di kakiku. warnanya senada dengan warna kulitku. aku pakai kemana pun aku pergi. terlalu banyak kenangan dengan sepatu itu. tak pernah lepas dan bosan aku memakainya. ketika aku terpaksa harus menanggalkan sepatu itu untuk selamanya, hati ini sedih, tapi aku tau sudah saatnya, sebelom kakiku jadi terluka memaksa berjalan di atas sol-nya yang tipis.
kini aku tak memakai sepatu. aku memutuskan untuk membiarkan kakiku tak terbungkus apa2. semua mata menatapku heran ketika aku berjalan. tapi aku nyaman karena aku tak peduli apa kata orang. kadang aku tergoda ketika melihat sandal cantik di balik kaca. kadang aku terpanggil untuk mencoba dan melihat betapa indahnya sandal itu di kakiku. tapi tak pernah aku tergerak membeli sepatu baru untuk menemani jalanku. terlalu banyak yang aku pikirkan, aku tak mau sakit lagi. aku telah amat sadar, sepatu itu terkadang hanya indah saat pertama, tapi melukai kakiku tanpa terasa.
aku hanya menunggu. menunggu sampai aku dapat sepatu yang kumau. yang akan menemaniku tanpa mengecewakanku. yang tepat terpakai di lekuk kakiku dan menopangku tanpa memberikan rasa perih. sepatu yang memberiku kekuatan untuk berdiri, jalan berlama-lama tanpa rasa letih. aku tau aku akan terus tergoda dengan sepatu2 indah di etalase pertokoan, tapi semua itu semu. till then, let me have my barefeet and walk among those who have found the right shoes ... .
biarkan mata mata memandang heran. kaki ku penuh kapalan. tapi aku terus berjalan. tanpa beban. tanpa topangan. karena aku yakin dia akan datang. dan aku akan tertawa bersamanya, bermain indah bersamanya, dengan rasa nyaman.
*buat kamu: akankah kamu jatuh cinta padaku? :P
:: sLesTa
>> posted on 9/08/2004 04:05:00 AM | [
]
:: Friday, September 3 ::
>> OEMAR BAKRI
tas hitam dari kulit buaya
"selamat pagi" berkata bapak oemar bakri
ini hari aku rasa kopi nikmat sekali
tas hitam dari kulit buaya
mari kita pergi, membery pelajaran ilmu pasti
itu murid bengalmu mungkin sedang menunggu
laju sepeda kumbang di jalan berlubang
selalu begitu dari dulu dari waktu jaman jepang
terkejut dia waktu masuk pintu gerbang
banyak polisi bawa senjata berwajah garang
bapak oemar bakri kaget apa gerangan
"berkelahi pak", jawab murid seperti jagoan
bapak oemar bakri takut bukan kepalang
itu sepeda butut dikebut lalu cabut kalang kabut cepat pulang
buset, standing dan terbang
oemar bakri, oemar bakri
pegawai negri
oemar bakri, oemar bakri
empat puluh tahun mengabdi
jadi guru jujur berbakti memang makan hati
oemar bakri, oemar bakri
banyak ciptakan mentri
oemar bakri
professor, dokter, insinyur menjadi
tapi mengapa gaji guru oemar bakri
seperti dikebiri
kalian pasti tau dong lagu apa yang gue taro di atas? if you don't, then you better download it, or maybe you're just too young to know that this song exists. hehehhe... some months ago gue ngerapihin and burn my mp3 songs at work to some cds, so i can bring it home and put it in my ipod. besides i'm not too comfortable having some mp3 songs in my computer at work. gapapa sih selama komputernya gue pake, toh gue selalu dengerin musik sambil kerja tiap hari. but anyways.. i stumbled upon iwan fals' songs. laguČ jaman dulu kayak "oemar bakri", "bento", "mata indah bola pingpong", or "buku ini aku pinjam". banyak lagi sebenernya laguČ iwan fals yang gue suka, tapi it's hard to find them on the internet.. and i hardly download anything from the internet anymore.
duluu.. waktu gue masih smp, gue sering dengerin iwan fals.. biasanya sambil nunggu macet on my way to school. kataČnya inspiring banget dan sangat mengkritik.. kritik membangun. sayang dulu iwan fals gak bisa (ato jarang?) masuk tivi. dengerČ sih dia di ban karena selalu menyanyi dengan kritikanČnya ke pemerintah jaman orde baru. tapi gue gak tau itu bener apa engga. mungkin juga karena iwan gak mau masuk tivi aja. yang pasti sekarang dia jadi sering ada di tivi kan? anyways, that's not what i want to talk about.
salah satu kritik iwan fals di laguČnya adalah kesenjangan sosial antara orangČ menengah ke atas dengan orangČ menengah ke bawah .. in which the middle upper class suck the living out of the lower class. not necessarily true in general but nepotism still exists, no? that's what i got from "bento".
then another song.. titled "oemar bakri". everytime i hear this song.. gue suka merinding. being a verbal person, i listen to words.. sometimes more than i listen to the music. and this song talks about teachers.
teachers.. the one profession that builds the country but the one profession gets ignored the most. i've always respected teachers and the profession. the most honorable profession there is. tanpa guru, gak ada yang namanya business man or woman. tanpa guru gak ada bill gates.. soalnya bill gates ga bakalan bisa ngitung ama baca. tanpa guru gak bakal ada dokter, mentri, professor. tapi sayang gaji guru di indonesia itu kecil sekali bahkan sepertinya di siaČkan. bukankah seharusnya gaji guru itu yang paling tinggi? gimana caranya mau bikin negara maju kalo gaji gurunya kecil? gimana mau bikin anak negara pintar kalo gurunya ga bisa ngasih makan anak2nya sendiri? they are what i called the forgotten heroes. sad.
just a little thought that crossed my mind while listening to the song on a thursday afternoon..